Topik

Covid-19

Varian Baru Mutasi Virus Corona “Eek” Ditemukan Di Jakarta

Generic placeholder image
Syifa Mawadah

07 Apr 2021

COVID-19 telah bermutasi dan menambah beberapa varian baru, menjadi varian yang lebih kuat.

Melansir dari Kompas.com Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi membenarkan bahwa varian virus corona E484K atau Eek terdeteksi di wilayah DKI Jakarta. Ini merupakan temuan pertama di Indonesia. "Iya, di wilayah DKI Jakarta," kata Nadia saat dikonfirmasi Antara melalui pesan singkat terkait temuan kasus pertama E484K di Indonesia.

Kasus in terindeksi di Jakarta pada Senin (5/03/2021).

Sampel varian baru ini telah diuji spesimennya menggunakan metode pencarian strain baru virus, Whole Genome Sequence (WGS) pada Februari 2021 lalu.

Saat ini pasien yang terkonfirmasi positif mutasi virus dari Jepang dan akan terus dipantau Kementerian Kesehatan.

Kementrian kesehatan dan pihak terkait akan terus melakukan penelusuran lebih lanjut mengenai lokasi hingga status konfirmasi kasus tersebut. Pengendalian penularan mutasi Covid-19 akan tetap didorong melalui vaksinasi dan penerapan

Sebelumnya, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito kepada wartawan di Istana Negara mengatakan, upaya skrining dilakukan terhadap kedatangan warga negara asing (WNA) dan warga negara Indonesia (WNI) guna mengantisipasi penularan virus E484K. "Tentunya, pemerintah mempertahankan proses skrining WNA dan WNI yang datang dari luar negeri masuk ke Indonesia," ujar Wiku.

Ia juga mengatakan, varian virus Corona yang dinamakan E484K merupakan hasil mutasi dari varian B117.

E484K dalam penelitian disebut sebagai “Eek”. kata “Eek” dalam bahasa inggris adalah singkatan dari Exclamatio yang biasa dipaka untuk merujuk pada ekspresi ketakutan, kejutan atau pun warning (peringatan). Varian ini juga ditemukan serupa di Afrika Selatan dan Brasil.

Ada varian baru virus SARS-CoV-2  yang mendapat perhatian khusus global saat ini, yakni B.1.1.7 (Inggris), B.1.351 (Afrika Selatan), dan B.1.1.28/ P1 (Brasil) dan E484K .

Dilansir dari Tirto.id mutasi virus corona yang terjadi di protein spike, seperti E484K, selalu menarik perhatian ilmuwan. Sebab, protein spike yang bentuknya serupa paku-paku di permukaan virus corona adalah bagian yang berperan penting dalam proses infeksi. Protein spike merupakan bagian dari virus corona yang bisa terikat dengan reseptor ACE2 di sel tubuh manusia. Dengan kata lain, protein spike menjadi sarana virus corona untuk menempel dan masuk ke sel tubuh.

Di banyak kasus, mutasi protein spike bisa meningkatkan kapasitas penularan virus corona. Mutasi protein spike juga dapat melemahkan pengaruh vaksin dalam menciptakan kekebalan tubuh untuk menangkal Covid-19.

#Covid-19 # Virus # E484K
Generic placeholder image

DITULIS OLEH

Syifa Mawadah

Content Writer