Topik

Budaya

5 Hal Unik dari Desa Sasak Sade Lombok: dari Penculikan Calon Mempelai Wanita Sampai dengan Lantai Berlapis Kotoran Hewan!

Generic placeholder image
Jessica Salsabillah

27 Feb 2021

Sade adalah salah satu dusun di Desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah. Dusun ini dikenal sebagai dusun yang mempertahankan adat suku Sasak yang terus terjaga keasliannya hingga saat ini. Suku Sasak Sade sudah terkenal dan menjadi salah satu wishlist di kalangan wisatawan yang datang ke Lombok.

Dinas Pariwisata setempat menjadikan Sade sebagai desa wisata karena keunikan wisata yang dimilikinya. Meski terletak persis di samping jalan raya aspal nan mulus, penduduk Desa Sade di Rembitan, Lombok Tengah masih berpegang teguh menjaga keaslian desa. Dapat dikatakan, Sade adalah cerminan suku asli Sasak Lombok walaupun listrik dan program Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) dari pemerintah sudah masuk ke sana, Desa Sade masih menampilkan suasana perkampungan asli pribumi Lombok. Desa Sade adalah desa wisata yang tak pernah sepi pengunjung. Desa ini sudah dihuni dari tahun 1980. Penduduk pun berkembang setiap tahunnya.

Berikut 5 hal unik yang bisa ditemui saat berkunjung ke Desa Sasak Sade Lombok:

1. Rumah beratap jerami, berdinding bambu dan berlantai tanah!

Di Desa Sade terdapat 150 rumah. Rumah-rumah ini masih sangat sederhana. Berdinding anyaman bambu, beratap alang-alang kering, dan lantainya dibuat dari campuran tanah liat dengan sekam padi. Bangunan di Desa Sade ini termasuk rumah yang tahan gempa. Hal ini terbukti dari terjadinya gempa besar yang pernah mengguncang Desa Sade beberapa waktu silam, Rumah-rumah di Desa Sade masih terlihat kokoh.

Selayaknya rumah modern pada umumnya, rumah di Desa Sasak Sade memiliki dapur, kamar, dan ruang tamu.

Mengutip laman pesona Indonesia, Rumah adat Sasak dibagi menjadi tiga tipe yaitu Bale Bonter, rumah yang dimiliki pejabat desa. Bale Kodong untuk warga yang baru menikah atau untuk para orang tua yang ingin menghabiskan masa tuanya. Sedangkan Bale Tani, adalah tempat tinggal bagi yang sudah berkeluarga.

2. Boleh menikah setelah bisa membuat kain tenun khas sesak!
Bagi masyarakat suku Sasak, kain tenun Sesek jadi syarat bagi perempuan agar bisa menikah loh, karena bisa membuat kain tenun menjadi simbol bahwa sang perempuan sudah diangap dewasa dan siap menempuh hidup baru. Selain itu, menjadikan menenun syarat untuk mempelai wanita guna mempertahankan tradisi dan adat yang telah dipercaya sejak zaman nenek moyang Suku Sade.

3. Anak perempuan harus bisa menenun dari umur 9 tahun!

Sebagai desa penghasil tenun khas Lombok, tugas ibu dari setiap anak perempuan di desa sasak sade mengajarkan anak perempuannya cara menenun sedari kecil. Anak-anak perempuan di desa ini harus sudah bisa menenun dari umur 9 tahun. Setiap rumah memiliki alat tenunannya masing-masing. Sang ibu pun harus bisa mengajarkan cara menenun kepada anak-anak gadisnya.

Saat berkunjung ke sana, kalian bisa melihat sendiri bagaimana para wanita menenun kain. Ada yang untuk dipakai, ada yang untuk dijual. Untuk satu sarung, lama menenunnya bisa 3 hingga 4 minggu. Sedangkan untuk selendang bisa 2-3 minggu.

Sampai saat ini, tradisi menenun masih ditekuni oleh para wanita di desa ini. Terlihat dari hampir setiap rumah menjual hasil tenunan mereka.

 

4. Menculik gadis yang akan dinikahi!

Bagi para lelaki yang ingin menikahi perempuan di suku ini, mereka akan menculik gadis yang akan mereka nikahi, kemudian di tempatkan di rumah saudarannya si lelaki tersebut. Dilansir dari laman detik.com seorang laki-laki yang ingin menikahi perempuan idamannya wajib menculik perempuan tersebut dan membawanya ke rumah keluarga atau teman laki-lakinya selama tiga hari dua malam. Dalam aksi penculikan itu, sebuah pohon nangka mati atau biasa disebut “Pohon Cinta” oleh warga desa dijadikan meeting point wajib.

Jadi, si cowok akan janjian sama pasangan di bawah bangkai pohon cinta. Kemudian mereka “minggat” bersama. Pagi hari setelah penculikan dilakukan, utusan dari pihak laki-laki akan mengabari keluarga perempuan bahwa anak perempuannya berhasil diculik tadi malam, sembari memohon restu untuk dinikahkan.

5. Melulur lantai rumah dengan kotoran ternak!

Tidak sembarangan, kotoran ternak yang dipilih adalah kotoran kerbau atau sapi dengan syarat haruslah kotoran pertama ternak di pagi hari. Masyarakat Desa Sasak Sade percaya bahwa penggunaan kotoran kerbau ini berfungsi untuk membersihkan lantai dari debu dan membuat lantai terasa halus dan lebih kuat.

Terdapat pula kepercayaan bahwa kotoran kerbau ini dapat mengusir serangga sekaligus menangkal serangan magis untuk penghuni rumah. Tradisi ini dilakukan setiap sekali dalam seminggu atau pada waktu-waktu tertentu seperti sebelum dimulainya upacara adat.

Peluluran dilakukan dengan cara, pertama lantai rumah digosok dengan kotoran kerbau yang dicampur dengan air. Kemudian setelah kering disapu dan digosok dengan batu. Walaupun menggunakan kotoran kerbau nyatanya tidak ada bekas bau kotoran kerbau yang tercium sama sekali. Jangan coba coba di rumah ya karena tradisi ini tidak bisa sembarangan diikuti  semua orang loh…

Kedengerannya seru ya? Yuk bersama Master Diskon berkunjung ke Desa Sasak Sade melalui virtual live tour yang akan diadakan pada tanggal 20 maret 2021. Kami akan mengantar kamu ke perjalanan dengan cara baru dan pastinya seru banget! Bakalan jadi pengalaman berharga bisa dipandu langsung oleh guide professional loh… Kapan lagi jalan jalan ke tempat yang jauh dan unik sambil rebahan! Segera beli tiketnya di www.masterdiskon.com, atau download di Play Store dan App Store. Bisa juga langsung hubungi CS kami di 0822 1100 3535. Buruan beli tiketnya dan sampai bertemu di Desa Sasak Sade!!

#desa # sasaksade # desasasaksade # sukusasak # lombok # virtualtour # virtuallivetour # masterdiskon
Generic placeholder image

DITULIS OLEH

Jessica Salsabillah

Content Writer